Tuesday, September 4, 2012

Why We Forget Things?

Why we forget things? Kenapa kita acapkali melupakan hal-hal yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup kita? Keadaan akhir-akhir ini agaknya sedikit memaksa otak saya yang sudah terlalu malas akibat rutinitas. Puncaknya adalah ketika saya mendengarkan rekaman konser live-nya jason mraz yang membawakan lagu "I Never Knew You". 

Lagu tersebut bercerita tentang kenapa kita seringkali lupa, tentang eksistensi kita, tentang hubungan kita dengan orang lain. Dan pada waktu yg lain kita ingat lalu lupa lagi. Lupa, ingat, lupa, ingat, dan lupa lagi. Selalu berputar dalam siklus itu sepanjang hidup kita. Mraz bilang itu terjadi agar kita bisa mendapatkan pencerahan, pemahaman yang menyeluruh mengenai hidup kita.

Okay...I'll take it that to get an enlightenment about our life we should forget it and then remember it again some other day. Hopefully when we're in the middle of forgetting process, we can see our aspects of life objectively so that one day we can overcome it or even laugh it off. Laugh at our silly act in the past and how shallow our thoughts.

But then again, human plans and God decides. So why worry? Just hit this life with your very best shot and enjoy the process.

ah..kenapa jadi bahasa inggris ya? nevermind, daripada pusing mikirin itu mending baca lirik lagunya "I Never Knew You". Siapa tau kalian dapet pemahaman yang sama dengan saya atau mungkin lebih dalam lagi. So, here it is:


                                                                 "I Never Knew You"

Tell me a secret, tell me anything
What's your weapon? what's your middle name?
What do you believe in? what's your animal?
Are you a cat or a dog person?
What's your outlook? what's your favourite saying?

Hey, maybe you laugh, maybe you laugh a lot
Maybe you started, but you somehow quit the part mm
And you may be a hippie and a democrat,
Yeah I remember that, I think
And you might like wine, but you're not the type who likes to drink

What made me forget everything i know?
All my beliefs, replaced by scenarios
Of unintelligent life, echoing in stereo
On invisible mics, winding to my mind
So I would like another look inside you,
Yeah I would love the chance to love you, like I've never known you

Yeah, maybe you're sleeping on a telephone.
And maybe you're dreaming of an anglophone with a crooked smile
And maybe your profile, posts a brand new nose
And maybe your new job, it requires that you cannot wear any clothes.

What made me forget everything I know?
All my beliefs, replaced by scenarios
Of unintelligent life, echoing in stereo
On invisible mics, winding to my mind
So I would like another look inside you,
Yeah I would love the chance to love you, like I've never known you

Maybe your favourite colour is brown,
And maybe your crying and you're not sure why
Maybe you're living in a whole new town
And maybe you're back with your old boyfriend and you're busy going down.

What made me forget everything,
All my beliefs, are my memories
All the episodes of you, especially the ones that hurt
And the few that made me laugh
Well I can't get them back,
That's why I'm asking for some more of you now
Yes I would love the chance to love you
And I would love to love you!

What made me forget everything I know?
All my beliefs, replaced by scenarios
Of unintelligent life, echoing in stereo
On invisible mics, winding to my mind
So I would like another look inside you,
Yeah I would love the chance to love you, like I've never known you

I would, I would, I would love to look inside of you




-PS. to future me-
it hurts but this part summarize your past feeling and the past me love this song:
"What made me forget everything,
All my beliefs, are my memories
All the episodes of you, especially the ones that hurt
And the few that made me laugh
Well I can't get them back,
That's why I'm asking for some more of you now
Yes I would love the chance to love you
And I would love to love you!"

karma

karma itu ibarat ketika kamu merasakan kesenangan dan ketegangan saat membelah udara setelah meloncat dari plank dan dinginnya air-yang-lembut itu menampar tubuhmu layaknya berbenturan dengan plat baja

-aiph-

Thursday, May 10, 2012

Crafty Days


Journ(al)ey's Crafty Days Display








Minggu lalu Tobucil mengadakan acara Crafty Days yang merupakan ajang berkumpulnya para crafter dari berbagai penjuru dengan bersenjatakan karya kebanggaannya masing". Kalo saya ga salah inget, ada 20 stand yang disediakan oleh Tobucil dan 15 diantaranya adalah stand para crafter muda nan kreatif tersebut. Acara ini berlangsung selama 2 hari pada tanggal 5-6 Mei 2012 yang mengambil tempat di depan Tobucil yang berada di Jl. Aceh Kota Bandung. Namun sayangnya saya tidak sempat mengabadikan momen ini karena saya terlalu sibuk membantu pacar sehingga tidak sempat pulang untuk mengambil kamera *alibi*. Alhasil saya pun hanya mengambil beberapa foto seadanya...dan itu pun hanya stand yang kami jaga karena tidak sempat berkeliling ke stand lain *another alibi* :p


Kebetulan waktu itu saya berada di sana buat bantuin sang pacar yang merupakan salah satu dari 15 crafters yang diundang. I'm so proud of you, honey. Stand yang kami jaga waktu itu mengadopsi nama produk yang dibuat oleh pacar saya, yaitu Journ(al)ey. Stand Journ(al)ey waktu itu mengusung tema "The Travel Journal". Dengan berkiblat kepada tema tersebut (saya dan) pacar pun menyiapkan hal-hal yang akan menambah poin plus kepada stand Journ(al)ey nanti. Kami membawa koper vintage  sebagai 'wadah' display yang ajaibnya banyak diminati orang-orang yang datang ke acara tersebut. Selain koper tersebut, juga ada jam saku antik yang lagi" banyak ditawar orang yang singgah di stand kami padahal jam  nya udah matot alias mati total.

The main product yang ditawarkan oleh Journ(al)ey saat itu adalah  The Travel Journal yang memiliki 2  varian ukuran yang berbeda (A5 dan A6). Journal ini memiliki sampul yang telah dicetak letterpress sebelumnya yang kemudian diwarnai ulang dengan menggunakan cat air dan kemudian dilaminasi. Adapun konten dari The Travel Journal tersebut tersusun dari kertas bookpaper yang memiliki efek semakin menguning apabila semakin lama disimpan sehingga akan tampak seperti buku tua. Selain itu, pada beberapa bagian dari isi buku tersebut terdapat cipratan dan cetakan dari air teh yang nantinya akan membentuk pola yang semakin coklat seiring bertambahnya umur Journal tersebut. Jadi perpaduan dari kertas dan teh tersebut akan menimbulkan efek retro pada Journal tersebut seiring berjalannya waktu. Dan Journ(al)ey sendiri mengaku bahwa semakin kucel Journal tersebut maka akan semakin 'keren'.


Yang paling menarik perhatian dari orang" yang datang ke stand Journ(al)ey adalah promo giveaway yang diberikan guna memotivasi orang" untuk mengisi Journalnya sekreatif mungkin untuk bisa mendapatkan custom journal dengan tema pilihan sendiri *tentunya syarat dan ketentuan berlaku* wkwkwkwk.. 
untuk info lebih lanjut mengenai giveaway ini monggo mampir di tkp : http://rainbowteaumbrella.blogspot.com/2012/05/it-was-book-now-its-art-giveaway.html

World Map Bookmark
Hand-Drawing Bookmark
Nah, biar jalan"nya makin yahud...Journ(al)ey juga menawarkan pembatas buku dengan 2 jenis yang berbeda. Ada pembatas buku yang selaras dengan tema The Travel Journey, yaitu pembatas buku yang terbuat dari recycled world map sehingga memantapkan kesan travelling yang ingin dikedepankan oleh Journ(al)ey. Selain itu, ada juga pembatas buku lucu yang bermotifkan gambar macam"...yang lebih kerennya lagi semua gambar tersebut merupakan hand-drawing a.k.a. gambaran tangan yang kemudian diwarnai oleh cat air yang menjadi ciri khas dari Journ(al)ey. Lalu diberi finishing berupa laminasi sehingga tidak usah khawatir bookmark ini akan rusak apabila terkena air. Dan yang menjadi poin lebih adalah di ujung bagian dari bookmark tersebut diberi beraneka macam charm yang sesuai dengan gambarnya sehingga memperindah bookmark tersebut. 
 
Kemudian Journ(al)ey juga menghadirkan limited edition berupa custom handmade journal bertemakan 'Alice in Wonderland'. Buku dengan tema Alice tersebut hanya berjumlah 5 buah dan ludes saja saudara pemirsa alias laris manis tanjung kimpul, bahkan ada yg rela menunggu saat buku alice satu"nya yg tersisa  tersebut dibawa untuk diskusi. Ssssssttt...sekarang saya akan memberikan bocoran konten" yang ada di buku alice tersebut dimana notabene buku tersebut dihiasi dengan gambaran tangan khas Journ(al)ey. Yang mau ngintip beberapa bagian dari buku tersebut sebelum disusun monggo disimak gambar" berikut:












Dan terakhir ini adalah gambar si cantik pemilik Journ(al)ey yang lagi setia ngejaga standnya.






 

Book of Sky

"Langit"
                         

Book of Sky alias "Langit". Itulah titel dari buku berbalut corduroy biru ini. Konon, buku ini adalah buku satu"nya di dunia karena khusus didesain untuk aku. Makasih ya pacarku yg baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung :* <tag Journ(al)ey>

Buku ini sebenernya mulai dibuat lebih dari setahun lalu tapi karena sang pacar yang super luar biasa sibuk dengan Journ(al)ey-nya...jadi aku mesti menunggu lebih lama. Yaaa namanya juga dikasih...jadi ga bisa protes deh :p
Daaaann...sama sekali bukan maksud balas dendam tapi review ini dibuat beberapa bulan setelah buku ini selesai dibuat. Maklum, kemaren" lagi males nulis pisan*peacesign*. One wise man said, "A good picture speaks better than a thousand words". Satu gambar aja udah bagus...ini aku kasih banyak deh biar puas liatnya. Here they are, guys....
Locker

Unleash The "Sky"
Buku ini make corduroy sebagai covernya dan pengunci bukunya dibuat dari kancing cetet (bener ga sih itu? sotoy deh ah) yang dijait ke bukunya, lain dari kebiasaan Journ(al)ey yg biasanya make cover kain dengan pola unyu unyu dengan pengunci berupa kancing berikut rantai plus charm. Didesain gitu soalnya biar lebih maskulin katanya...soalnya produknya yg lain kan girlish gitu deh. Sebenernya aku dari dulu udah salut deh tiap liat buku Journ(al)ey soalnya covernya itu dijait satu" mengikuti bentuk si bukunya. And I know it's so tiresome, isn't it?

"In case of lost please return to"
Di halaman pembuka terpampang tulisan "In case of lost please return to" yang udah menjadi langganan di setiap bukunya Journ(al)ey. Kali ini ditemani gambar cangkir kopi karena aku seorang pecinta kopi. Tentu saja gambar cangkir ini dan gambar-gambar tangan lainnya di buku ini diberi finishing yang menjadi trademark dari Journ(al)ey, yaitu diwarnai dengan watercolor alias cat warna.



Sesuai dengan tema buku ini, yaitu langit, tidak lupa pula disisipkan gambar langit biru cerah di dalamnya. Da~mn, that blue sky is so beautiful. Ada juga hasil jepretan si seasca, pacar aku yg satu lagi, yaitu gambar langit yang dipenuhi awan berwarna merah yang menari-nari di langit; gambar sekawanan burung yang membentuk huruf V di langit; dan gambar langit sepulang pacaran :p Selain itu, di bawahnya ditambahkan quotes yang klop ama tema si buku bersampul biru ini.

Seasca

Ga lupa juga di dalamnya ada penampakan si seasca yang digambar tangan ama pacar. Senangnya punya pacar dua tapi pada kompak...peluuuk dua"nya >:D<


Sekretaris Pribadi


Wah...ada agendanya juga ternyata. yaaaahh....pas lah buat aku yg jadwalnya random ini biar ga terlalu random hidupnya. Bisa juga dipake nandain kapan libur..jadi bisa ngerencanain liburan dengan mantab.  Haha...rasanya kaya punya sekretaris pribadi yg ngingetin "Pak, tanggal segini ada rapat ama X di Y". Oia..di bagian agenda dikasih efek cipratan cat air yang bikin agendanya tambah yahud. Dan gosipnya, bagian agenda inilah yang nyita waktu paling banyak soalnya si kotak"nya itu digambar sendiri satu" terus nama" harinya juga ditulisin satu". Baik bener ya pacar aku...makasih ya.

Blocked
Part selanjutnya yang akan kita bahas adalah bagian buku yang terbuat dari milimeter blok. Ini adalah salah satu contoh recycle dari milimeter blok. Di bagian ini, kita bisa sekedar sketching atau juga ngegambar sesuatu yang butuh presisi. Atau bisa juga dipake buat tujuan lain, tergantung imajinasi masing".

Kites

Shoes (In memorial)
Buku ini terasa personal karena di dalamnya juga terdapat gambar" yang punya kenangan tersendiri buat aku (dan pacar?). Ada jepretan pas pasar senit itb 2010 berupa layang-layang yang tersusun dengan gradasi warna yang diambil pas lagi muter" bareng calon pacar (waktu itu). Aaah masa pdkt memang menyenangkan. Terus ada gambar sepatu yg jadi favorit si doi sejak pertama ketemu. Entah bakal jadian apa ga kalo dulu ketemuan ga make sepatu ini?! Tapi sayangnya sekarang sepatunya udah dimusiumkan karena udah jebol T.T  You've done your duty very well, soldier! *salute*


Hand made, special for me..
Di akhir buku ada deskripsi dari si buku...ibaratnya identitas kaya di ktp gitu kalo buat orang mah. Daaaaann...yg paling penting ada tulisan "Hand made, special for Arief Maulana Fajrin" which means buku ini spesial (ga pake telor) cuma buat si saya. hohohooo....



Last but not the least, cap Journ(al)ey sebagai mark dibubuhkan di halaman akhir dari buku ini. Pokoknya buku ini top markotop, good marsogud lah. Special thanks to Journ(al)ey, I always wish you the very best. Keep up your good work, dear!

Wednesday, December 1, 2010

Rain and I

I hate rain! Oh no, my friends will be angry when they see those statement. Including you maybe. Even more the-rain-lovers. Most of the-rain-lovers are girls. And they don't drive motorcycle for sure. They will say anything to take up the cudgels for rain. Screw that! They don't know how it feels when I was caught in the rain while I'm driving my motorcycle. It feels nasty. Gross. Horrible. Terrible. Whatever it is, you name it. "But rain is such a bless from God, how could you hate it?", one friend of mine once said that. Well, I admitted that rain is such a bless from God but I just hate to be caught in rain whenever I'm on my way. But, again, 'hate' is such a strong word. Maybe I should rephrase it. I hate dislike rain! Yeah, it feels better. I dislike rain!

Saturday, November 13, 2010

Simple Love


Kita berdua hanya berpegangan tangan
Tak perlu berpelukan
Kita berdua hanya saling bercerita
Tak perlu memuji

Kita berdua tak pernah ucapkan maaf
Tapi saling mengerti
Kita berdua tak hanya menjalani cinta
Tapi menghidupi

Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu
Jatuh cinta itu biasa saja
Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu
Jatuh cinta itu biasa saja

Jika jatuh cinta itu buta
Berdua kita akan tersesat
Saling mencari di dalam gelap
Kedua mata kita gelap
Lalu hati kita gelap
Hati kita gelap
Lalu hati kita gelap


-'Jatuh Cinta Itu Biasa Saja' by Efek Rumah Kaca-




Sounds simple yet so complicated
Sounds cheesy yet so happy 
We simply love to be happy,
won't we?


Picture's taken from hallealessia's tumblr

Thursday, November 4, 2010

Teman Dalam Sepi

Mentari yang sama masih hangatkan dunia yang fana
Oksigen yang sama masih bercinta dengan rongga dadaku
Bumi yang sama masih setia memeluk erat setiap jejak
Darah yang sama masih mengalir melalui setiap sudut tubuhku
Awan putih yang serupa masih tergantung di birunya angkasa,
walaupun kadang ketika lelah ia bergantian dengan si kelabu
Keyboard yang sama tetap menemani jemariku menari atasnya
Alunan musik yang sama masih getarkan pusat keseimbanganku
Ruang penuh buku itu masih menjadi tempatku berdiam
Kotak-pembeku-waktu itu masih menjadi teman-pengapresiasi hidup

Namun, ada suatu yang beda kali ini
Penghujung minggu terbayang jemu
Tak ada lagi senyummu menemani
Juga celoteh-celoteh tak penting itu
Hanya satu temanku dalam sepi,
rasa rinduku padamu...